Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
Kompas Tempo Detiknews
Google Yahoo MSN
Blue Sky Simple News Simple News R.1 Simple News R.2 Simple News R.3 Simple News R.4

met

Selamet Dateng di semapoet.blogspot.com .>>>>>>>>>>>>>> jangan lupa komen yaaaaa >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> enjoy aja !!!!

My Blog Feeds »

  • - Click here
    2 tahun yang lalu

Text

Sahabat saya yang besar impiannya, Setiap orang adalah pemimpin. Jika dia bukan pemimpin bagi keluarganya dan bagi orang lain, dia harus menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Orang yang tidak mampu mengalahkan kecenderungan pribadinya untuk menjadi pribadi yang kalah melawan…

Tamu

DAFTAR ORANG top MINGGU INI

histats

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

TV ONLINE

Tampilkan postingan dengan label OLAHRAGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OLAHRAGA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Oktober 2012

Persibangga Permalukan "Maung Bandung"



 Tuan rumah Persibangga Purbalingga sukses menaklukkan tim kuat Indonesia Super League (ISL) Persib Bandung 1-0 dalam laga uji coba di Stadion Goentoer Darjono, Minggu (14/10/2012). Gol semata wayang tim tuan rumah dicetak Asep Rudiyanto yang merupakan jebolan Persib U-23.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persib maupun Persibangga tampil ngotot. Gol tim tuan rumah dicetak pada menit 10 melalui tendangan keras Asep Rudiyanto. Memanfaatkan umpan Rizky Yulian, pemilik nomor punggung 14 itu berhasil merobek jala yang dijaga Sahar Ginanjar.
Tak puas dengan satu gol, tim asuhan Rokhman Supriyadi terus mencoba memasuki garis pertahanan Maman Abdurahman dan kawan-kawan. Hingga turun minum pertama, skor masih belum berubah dengan kedudukan 1-0 untuk tuan rumah.
Pada babak kedua, "Maung Bandung" coba bangkit. Pelatih Jajang Nurdjaman menginstruksikan anak asuhnya keluar menyerang dan menghasilkan beberapa peluang. Namun, hingga peluit akhir dibunyikan wasit, skor tak berubah.
Bintang lapangan Asep Rudiyanto mengaku melawan tim sebesar "Maung Bandung" bukan perkara mudah. "Butuh perjuangan keras, apalagi Persib banyak bermaterikan pemain nasional dan pemain-pemain berkualitas. Akan tetapi, ini jadi motivasi kami," ujarnya.
Asep mengaku awalnya sedikit grogi. Namun, dia tetap mencoba tampil ngotot. Dengan kemenangan ini, dia yakin Persibangga yang musim depan berpromosi ke pentas Divisi Utama PSSI akan bisa berbicara banyak.

Read More …

Nil Maizar Tulus Tangani Indonesia



Pelatih tim nasional Indonesia, Nil Maizar, tak mempersoalkan banyak kritik yang muncul mempertanyakan kapasitasnya sebagai pelatih tim "Garuda".
Nil hanya ingin memberikan kemampuan terbaiknya untuk timnas Indonesia. Sejak dibesutnya, Indonesia hanya mampu meraih dua kemenangan, yakni saat melawan Mauritania di ajang Piala Al-Nakbah Palestina 2012 dan menghadapi Brunei Darussalam dalam partai uji coba.
Atas hasil-hasil tersebut, banyak orang yang menyangsikan kualitas kepelatihan Nil. Namun, dengan tak memedulikan pandangan banyak orang, Nil tetap fokus pada pekerjaannya menakhodai timnas Indonesia.
"Saya menjalani tugas ini dengan ikhlas," tandas Nil, Minggu (14/10/2012), kepada wartawan sebelum berangkat menuju Hanoi untuk persiapan melawan Vietnam.
"Saya akan memberikan seluruh kemampuan terbaik untuk timnas Indonesia dengan tulus. Saya percaya ketulusan itu bisa mendatangkan hasil lebih baik dari apa yang telah kita berikan," tambahnya.
Ditanya soal kemungkinannya menjadi direktur teknik jika timnas Indonesia dilebur dengan timnas versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), Nil enggan berkomentar banyak.
"Saya tak akan menjawab itu. Saya enggan mengurusi hal-hal seperti itu. Jika kalian tanya mengenai persiapan timnas untuk melawan Vietnam, saya akan berikan jawabannya," pungkasnya.


Read More …

Ini Syarat Pengembalian La Nyalla dkk



Sekretaris Jenderal PSSI, Halim Mahfudz, telah membuat prosedur mengenai pengembalian empat anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang sebelumnya dipecat oleh Komite Etik PSSI. Keempat orang yang dipecat oleh Komite Etik PSSI itu adalah La Nyala Matallitti, Erwin Dwi Budiawan, Tonny Apriliani, dan Roberto Rouw.
Keempat mantan anggota Exco PSSI itu dipecat pada akhir Desember 2011. Mereka dinyatakan bersalah karena melanggar Statuta PSSI Pasal 36 Ayat 5 dan Pasal 42 serta melanggar Kode Etik dan Fair Play Pasal 6, 9,12, dan 18. Selain Statuta PSSI dan Kode Etik serta Fair Play PSSI, dasar yang juga dipakai adalah Statuta FIFA, Kode Etik FIFA, SK Penyusunan Pengurus dan SK KONI tentang pengukuhan PSSI.
Keempat Exco itu kemudian membentuk Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia yang mengklaim mendapatkan dukungan dari mayoritas pemilik suara PSSI. Namun, keempat Exco tersebut diminta untuk kembali ke PSSI, sebagaimana yang tertuang dalam keputusan rapat Joint Committee (JC) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 20 September lalu.
Halim menyebutkan, ada tiga syarat yang harus dipenuhi La Nyalla dan kawan-kawan jika ingin kembali ke PSSI. Syarat pertama, keempat anggota Exco itu harus melakukan permintaan maaf kepada Ketua Umum PSSI maupun PSSI sebagai lembaga.
"Kemudian, mereka harus menyampaikan pernyataan akan patuh terhadap aturan yang ada, kode etik maupun norma. Ketiga adalah mengundurkan diri secara terlulis dari Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) dan membubarkan organisasi itu," jelas Halim.
Halim menjelaskan, syarat yang ditetapkan telah sesuai prosedur, statuta PSSI, dan peraturan PSSI lainnya. "Nantinya, kongres yang akan menetapkan keputusannya seandainya mereka tidak memberikan tanggapan. Hukumannya dulu telah disahkan di kongres. Karena itu, pengembalian anggota Exco ini juga akan ditetapkan di kongres," tegasnya.

Read More …

Bruno Zandonadi, Pribadi Pendiam



Bek Sriwijaya FC, Abdulrahman, menyampaikan rasa bela sungkawa atas meninggalnya Bruno Zandonadi. Bruno meninggal dunia di Rumah Sakit Usada Insani, Tangerang, Sabtu (13/10/2012) pagi akibat menderita kanker otak dan sempat koma selama empat hari di rumah sakit.
"Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk dia," ucap Abdulrahman
.
Abdulrahman memiliki kenangan tersendiri dengan Bruno yang merupakan rekannya saat memperkuat Persita Tangerang.

"Saya pernah main sama dia di Pelita. Saya tahu dia orangnya pendiam baik di dalam maupun luar lapangan," beber bek yang pernah memperkuat Pelita Jaya tersebut.

Sebelumnya, ucapan duka cita disampaikan oleh Kapten Persija Jakarta, Bambang Pamungkas. "Vai com deus amigo (Pergi bersama Tuhan, teman)," tulis Bepe melalui akun Twitter-nya.

Bruno Zandonadi meninggalkan seorang istri, Arniza As dan seorang putri Isabel Nazwa Zandonadi. Rencananya, Bruno akan dimakamkan di tanah kelahirannya, Brasil.

Bruno sudah tujuh tahun menetap di Indonesia dengan membela klub-klub besar seperti Petrokimia, Persita Tanggerang, Persikota, Persiba Balikpapan, dan PSIS Semarang.

Read More …

Rabu, 10 Oktober 2012

Eks Bomber BEC Tero Resmi Gabung ke Semen Padang


Bomber asal Papua, Titus "Tibo" Bonai, resmi bergabung dengan Semen Padang yang baru saja memastikan diri  berkompetisi di Indonesia Super League musim depan. Tibo diikat kontrak setahun oleh tim berjuluk "Kabau Sirah" tersebut.
"Aku sudah resmi ke Semen Padang. Istri dan anakku juga sudah menetap di sana," kata Tibo seusai berlatih bersama timnas Indonesia untuk Piala AFF 2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (10/10/2012) petang.
Ia pun memasang ambisi tinggi bersama klub kebanggaan Sumatera Barat tersebut.
"Aku akan berusaha tampil sebaik mungkin dan mempersembahkan gelar juara bagi Semen Padang," tuturnya.
Disinggung soal nilai kontrak, penyerang yang pernah memperkuat Persipura Jayapura tersebut enggan merinci.
"Nilainya cukuplah buat keluarga kecil saya," ujar ayah satu anak itu diplomatis.
Sebelumnya, Tibo sempat bergabung dengan BEC Tero Sasana. Namun, ia batal bergabung dengan klub kondang Thailand itu, gara-gara tersandung masalah international transfer certificate (ITC).
Saat ini, Tibo sedang berkonsentrasi bersama timnas yang dipersiapkan untuk Piala AFF 2012 pada 24 November sampai 22 Desember mendatang.

Read More …

Menang Dua Kali, Transisi Timnas U-18 Masih Lemah


Tim nasional Indonesia U-18 memetik hasil positif dalam laga uji coba melawan Liga Junior Selection di Lapangan C, Senayan, Rabu (10/10/2012).

"Garuda Muda" meraih kemenangan 5-0 dan 3-0 dan sekali memetik hasil imbang 1-1 dalam pertandingan yang dibagi tiga sesi dengan durasi 30 menit per babaknya. Meski tak pernah kalah, Pelatih Indra Sjafri mengaku belum terlalu puas dengan permainan anak asuhnya.

"Transisi masih lemah. Tapi, ya itulah tujuan uji coba. Saya harus mengapresiasi Liga Junior karena kompetisi mereka bergulir atas biaya masing-masing klub. Mestinya, ada sponsor yg tergerak ikut membantu," kata Indra kepada wartawan seusai pertandingan, Rabu (10/10/2012) petang.

Uji tanding itu merupakan persiapan tim besutan Indra Sjafri sebelum turun dalam kejuaraan Piala Pelajar Asia U-18 di Teheran, Iran, dari 16 hingga 25 Oktober mendatang. Indra mengagendakan dua uji coba lagi untuk pasukannya, sebelum bertolak ke Iran.

"Masih ada uji coba untuk Jumat dan Sabtu ini. Kami belum tahu lawannya. Mungkin (pertandingannya) tertutup. Kami masih bertujuan mencari komposisi pemain terbaik," tuturnya.

Setelah kejuaraan Piala Pelajar Asia, Indra berencana menggelar seleksi di wilayah barat, untuk mencari pemain bagi pelatnas 2013.

"Juga ada agenda untuk memasukkan tim ke kompetisi Divisi I," pungkasnya.

Read More …

Senin, 08 Oktober 2012

Nil: Jangan Pernah Menghina Pemain Timnas!

Pelatih tim nasional senior Indonesia, Nil Maizar, enggan berpolemik mengenai sejumlah keberatan dari beberapa klub yang melepaskan pemainnya untuk membela skuad "Garuda". Ia menilai, seharusnya sejumlah klub itu tidak terus membawa pemainnya terlibat dalam pusaran konflik sepak bola Indonesia.
"Saya tidak ingin berkomentar banyak mengenai masalah itu (keberatan klub melepas pemain). Sekali lagi, kita serahkan ke PSSI dan masyarakat saja," ujar Nil seperti dikutip dari situs resmi Liga Prima.
Pernyataan Nil itu mengacu kepada pernyataan sejumlah klub yang menilainya tidak pantas melatih timnas Indonesia. Manajer Persib Bandung Umuh Muhtar, misalnya, sempat menyebut pelatih tim nasional versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), Alfred Rield, lebih berkualitas dibandingkan dengan Nil. Muhtar menyoroti daftar nama pemain yang dipanggil oleh Nil yang sebagian besar dari klub peserta Indonesian Premier League (IPL).
Kubu KPSI juga masih terus menyebut skuad asuhan Nil adalah timnas "abal-abal". Bagi mereka, timnas versi KPSI yang dilatih Riedl adalah skuad terbaik dan paling pantas untuk membela Indonesia di ajang Piala AFF 2012 pada akhir November mendatang. KPSI juga meminta PSSI mau mengadu timnas kedua kubu dengan tujuan mencari tim yang layak membela Indonesia di Piala AFF. Pertandingan tersebut rencananya akan digelar di Jakarta pada 10 Oktober 2012.
Menurut Nil, rasanya tidak pantas jika pemain terus dikorbankan untuk masuk dalam pusaran konflik antara pengurus-pengurus yang hingga kini terus bertikai. Ia menilai, saat ini yang terpenting adalah semuanya bisa bersatu untuk membela skuad "Merah Putih" di turnamen Piala AFF.
"Silakan menyebut saya pelatih yang tidak berkualitas, tapi jangan pernah menyebut pemain-pemain saya tidak berkualitas karena mereka adalah pejuang yang sebenarnya. Mereka adalah orang yang selalu menerima penghinaan kalian dengan lapang dada dan tetap berjuang demi menjaga kehormatan bangsa," ujar Nil.
Dengan adanya sejumlah masalah ini, kondisi sepak bola Indonesia pun semakin tidak jelas arahnya. Padahal, PSSI dan KPSI awalnya sepakat berdamai saat berada di ambang deadline sanksi FIFA terkait persoalan dualisme kompetisi, Juni lalu. Akan tetapi, hingga saat ini tidak ada langkah nyata dari kedua kubu untuk bersama-sama menyelesaikan masalah itu.

Read More …

Persebaya Bidik Bintang Timnas U-22


Persebaya Surabaya dikabarkan tengah mengincar salah satu bintang tim nasional U-22 Indonesia, Agung Supriyanto. Penyerang berusia 20 tahun itu disebut akan hadir dalam seleksi Persebaya tahap dua pada pertengahan Oktober mendatang.

"Tim pelatih sudah menghubungi Agung dan dia setuju untuk ikut Persebaya. Dia akan datang ke seleksi tahap dua," ungkap salah satu sumber internal Persebaya.

Pelatih Persebaya, Ibnu Graham, ketika dikonfirmasi, belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kabar tersebut. Namun, ia mengaku sudah melakukan pendekatan dengan dua penyerang lokal untuk mempertajam skuadnya musim depan.

"Salah satunya Dipo Alam, tetapi yang satunya lagi belum bisa saya sebutkan. Kita lihat saja nanti perkembangannya," ujar Ibnu.

Ibnu mengatakan, skuadnya saat ini memang membutuhkan seorang penyerang. Maklum saja, dengan tidak lolosnya Miko Ardiyanto, praktis Persebaya hanya punya satu penyerang lokal muda, Wage Dwi Aryo.

"Kebutuhan utama kita memang penyerang dan stoper. Saat ini, kita masih mencari sosok yang tepat untuk menjadi bagian dari Persebaya," ungkap Ibnu.

Salah satu faktor keinginan Persebaya untuk merekrut Agung tidak lepas dari rekomendasi Ketua Tim Seleksi Pemain Persebaya, Danurwindo.  Mantan pelatih PPSM KN Magelang itu disebut juga yang merekomendasikan nama Agung kepada pelatih timnas U-22, Aji Santoso.

Agung sendiri bersinar saat menjadi penggawa utama skuad "Garuda Muda" di turnamen kualifikasi Piala Asia U-22 di Pekanbaru, Riau, Juli lalu. Dalam turnamen tersebut, pemain yang juga merupakan prajurit TNI AD Kesatuan Rindam 3 Siliwangi dengan pangkat Sersan Dua ini mengoleksi total empat gol.

Read More …

Senin, 24 September 2012

RD Pimpin Latihan Bareng Arema dan Pelita



Jalinan kerja sama Arema ISL dengan Pelita Jaya, Senin (24/9/2012) di Hotel Savana, Malang, Jawa Timur, dilanjutkan dengan gelaran latihan bersama kedua klub. Rencananya, latihan itu akan dipimpin langsung oleh Pelatih Pelita Jaya, Rahmad Darmawan (RD). Latihan bersama itu bakal dihelat di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
"Setelah kerja sama, akan dimulai implementasinya, yakni dengan menggelar latihan bareng besok sore, Selasa (25/9/2012), antara pemain Arema dan Pelita, di Stadion Kanjuruhan. Latihan akan dipimpin langsung Rahmad Darmawan," kata Vice President Pelita, Cronous Hilmi Rahman.
Saat ditanya apakah latihan bersama tersebut adalah bagian dari bentuk merger Arema dan Pelita, Helmi enggan memberi jawaban.
"Saya katakan lagi, kami belum bicara merger, tapi baru sebatas kerja sama. Kalau suatu ketika, bakal menjadi lebih dari kerja sama, sah-sah saja kami lakukan," katanya.
Kerja sama Arema-Pelita kata Helmi, akan saling mengisi kekurangan di masing-masing klub.
"Kami akan mengarahkan tim yang dapat berlaga di event internasional. Itu mimpi kami yang hampir tercapai," katanya.
Helmi berharap, kerja sama kedua klub itu akan membawa banyak manfaat.
"Besok pemain baru berkumpul. Kita lihat saja langkah selanjutnya," katanya.
Sementara itu, menurut CEO PT Nirwana Pelita Jaya, Iwan Budianto, menambahkan, kerjasama tersebut akan berjalan tiga bulan.
"Selama itu, dapat dikatakan ibarat masa pacaran. Kami saling mengenal saja dulu," kata Iwan yang juga mengaku, RD akan memimpin latihan bersama di Stadion Kanjuruhan.

Read More …

Kerja Sama Arema ISL dan Pelita Bukan Merger, tapi "Pacaran"



Arema Indonesia yang berkompetisi di Indonesia Super League (ISL) resmi menandatangani kerja sama dengan Pelita Jaya, Senin (24/9/2012) sore, di Hotel Savana, Kota Malang, Jawa Timur.
Kedua manajemen klub masih 'malu-malu' saat ditanya apakah itu merupakan bagian dari sebuahmerger. Kerjasama itu resmi ditandatangani perwakilan dari kedua klub.
"Tidak ada merger, yang ada hanya kerja sama kedua klub dalam berbagai aspek," jelas Direktur Utama "Singo Edan", Ruddy Widodo, di hadapan puluhan wartawan.
Menurut Ruddy, keuntungan kerja sama dengan Pelita adalah sponshorsip.
"Itu dari sisi bisnis. Pelita yang berada di kota besar akan banyak mendapatkan sponsor dari perusahaan besar juga nantinya," ujarnya.
Ruddy mengaku, kerjasama tersebut berlangsung tiga bulan.
"Kalau dalam tiga bulan berjalan harmonis, bisa saja berlanjut dalam hal lainnya," katanya. Ruddy pun tetap enggan menyebut kata merger.
Sementara itu, menurut Presiden Kehormatan Arema, Rendra Kresna, yang juga hadir dalam acara bertema "Kick-off Penandatanganan Kerja Sama antara Arema dan Pelita Jaya" itu, kolaborasi kedua klub harus dilakukan dalam segala hal.
"Tujuannya jelas, untuk kemajuan Arema dan Pelita. Kedua tim sudah menjadi klub besar dan punya nama," katanya.
Dengan kerja sama itu, katanya, diharapkan dapat membawa prestasi bagi Arema dan Pelita.
"Saya maklum, kerjasama itu akan membuat dua kubu yang setuju atau tidak. Itu sudah hukum alam," ujar Bupati Malang itu.
Yang terpenting tegas Rendra, kerjasama itu tidak berbicara soal politik, pun tak terkait dengan Pilkada.
"Ini murni sepakbola. Pelita sudah paham hal itu. Harapan saya, Arema punya stadion sendiri di Bumi Arema nantinya," harapnya.
Sementara itu, CEO PT Nirwana Pelita Jaya, Iwan Budianto, kerja sama Arema  dan Pelita adalah untuk saling mengisi kekurangan kedua klub.
"Pelatih dapat saling memberi. Jangan keburu merger. 'Pacaran' dululah. Kalau kerja sama harmonis, baru kita bicara lebih lanjut," katanya.
Terakhir, Iwan mengaku, secara bisnis kerja sama dengan Arema cukup bagus. "Singo Edan" punya basis suporter Aremania yang luar biasa.
"Sementara, Pelita Jaya tidak punya hal itu, tapi punya pembinaan usia muda," katanya.

Read More …

Minggu, 23 September 2012

AFC Tegaskan Timnas Dikelola PSSI



Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menegaskan pengelolaan tim nasional Indonesia harus di bawah yuridiksi PSSI.

Meski demikian, Joint Committee atau Komite Bersama akan menjadi forum harmonisasi berbagai masalah pelepasan pemain oleh klub.

Hal tersebut tertuang dalam surat yang dikirimkan oleh AFC kepada Sekjen PSSI, Halim Mahfudz. Surat yang ditandatangani Sekjen AFC, Alex Soosay, merupakan isi kesepakatan yang dihasilkan pertemuan kedua JC yang digelar di Kuala Lumpur, Kamis (20/9/2012) lalu.

Sebelumnya, terdapat perbedaan pandangan soal pengelolaan timnas. Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) menilai timnas dikelola JC dan PSSI hanya mengelola secara administratif.
Selain timnas, KPSI juga berbeda pendapat soal pelaksanaan kongres PSSI. Mereka mengklaim, kongres digelar pada November mendatang. Namun, AFC dalam suratnya hanya menerangkan kongres digelar sebelum akhir 2012.

Agenda kongres akan disepakati terlebih dahulu AFC dan FIFA. Hal ini menguatkan pernyataan PSSI sebelumnya.

Dalam suratnya, AFC berencana melaporkan hasil pertemuan JC ke FIFA dalam pertemuan Komite Asosiasi FIFA pada 24 September 2012.

Read More …

Kongres PSSI Digelar Akhir 2012



PSSI akan menggelar kongres PSSI sebelum akhir tahun 2012 sebagaimana diamanatkan Nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) yang disepakati PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) pada pertemuan dengan Joint Committee (JC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (20/9/2012)

Agenda utama kongres tersebut adalah pengesahan revisi statuta PSSI. Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, mengungkapkan, JC telah menunjuk badan pekerja yang beranggotakan Saleh Mukadar, Catur Agus Saptano, Hinca Panjaitan, dan Togar Mahanan Nero untuk merumuskan revisi statuta PSSI. Halim menjelaskan, tugasnya adalah menyiapkan teknis penyelenggaraan kongres tersebut.

"Kita sudah terlalu banyak melanggar statuta sehingga sepak bola kita semrawut. Agenda kongres akan dikonsultasikan untuk memperoleh persetujuan AFC dan FIFA. Namun, untuk kongres masih harus banyak yang dipersiapkan. Saat ini kita belum bisa bicara soal itu. Kita juga belum mau memastikan kapan digelar, yang jelas sebelum akhir tahun 2012," jelas Halim kepada wartawan di Hotel Sultan, Jumat (21/9/2012).


Read More …

Kamis, 20 September 2012

AFC Disodori Konsep Baru Liga Indonesia



CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo selaku operator Indonesia Premier League (IPL), Widjajanto berharap, konsep Liga Merah dan Liga Putih bisa disetujui Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Konsep Liga Merah dan Liga Putih untuk menggantikan Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL). Konsep tersebut merupakan hasil dari pembicaraan antara PT LPIS dan PT Liga Indonesia yang merupakan operator masing-masing liga.

"Saya belum bisa membeberkan formatnya sebelum mendapatkan persetujuan dari Joint Committee (Komite Bersama) lebih dulu. Namun, saya berharap, JC sepakat sehingga kita bisa memulai liga 2012-2013," jelas Widjajanto sebagaimana dilansir dari situs resmi AFF, Rabu (19/9/2012).

Nantinya, konsep Liga Merah dan Liga Putih akan dibawa dalam rapat Joi
nt Committee yang akan digelar di markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (20/9/2012).
Dalam rapat nanti, PSSI diwakili Ketua JC Todung Mulya Lubis, Catur Agus Saptono, Saleh Mukaddar, dan Widjajanto.

Sementara Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) diwakili Djamal Aziz, Hinca Pandjaitan, Tigor Shaloom Boboy, dan Joko Driyono.z


Read More …

Timnas Versi KPSI Gelar Uji Coba di Australia


 Tim nasional Indonesia yang dibentuk oleh Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) rencananya akan diliburkan sejak Sabtu (22/9/2012). Tim yang dilatih oleh Alfred Riedl tersebut dijadwalkan berlatih kembali di Jakarta pada Rabu (26/9/2012) pekan depan.

"Hari ini, kami masih akan berlatih sebanyak dua kali. Besok kami masih berlatih, kemudian pemain akan diliburkan pada 25 September nanti," jelas Asisten Pelatih Wolfgang Pikal melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Kamis (20/9/2012).

Pelatnas Timnas versi KPSI dipusatkan di Batu Malang, Jawa Timur, sejak 6 September lalu. Ada 27 pemain yang tergabung dalam pelatnas tersebut. Wolfgang menjelaskan, Ahmad Bustomi dan kawan-kawan akan mengikuti pelatnas di Jakarta pada Rabu depan. "Rencananya, latihan akan dilaksanakan lima sampai enam hari," tutur Pikal.

Setelah berlatih di Jakarta, tim tersebut akan terbang ke Australia. Di "Negeri Kanguru" tersebut, mereka akan melakoni empat atau lima uji coba. Namun, Wolfgang masih belum dapat memastikan lawan yang akan dihadapi timnya di Australia. Kemungkinan besar tim tersebut akan beruji coba melawan Brisbane Roar, salah satu klub milik keluarga Bakrie.

Timnas versi KPSI ini dipersiapkan untuk mengikuti turnamen Piala AFF 2012 yang berlangsung di Malaysia dan Thailand pada November-Desember 2012.


Read More …

Selasa, 28 Agustus 2012

Balas Surat AFC, PSSI Laporkan Klub-klub ISL



Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia menyatakan sudah menjawab surat yang dikirimkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait peringatan AFC kepada sejumlah klub ISL yang melarang pemainnya membela tim nasional. Dalam surat itu, PSSI membenarkan bahwa sejumlah klub ISL memang ada yang melarang pemainnya membela skuad "Merah Putih".

Melalui surat tertanggal 23 Agustus 2012 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal AFC Dato Alex Soosay, AFC mengatakan mendapat kabar sejumlah klub menghalangi pemainnya membela timnas Indonesia. AFC menilai langkah itu merupakan pelanggaran terhadap kesepakan damai antara PSSI dan KPSI yang dibentuk pada Juni lalu.

"Kami sendiri sudah mengirimkan surat konfirmasi ke pihak AFC. Jadi kita hanya melaporkan permintaan AFC sesuai surat yang diterima dari AFC. Suratnya telah diterima sejak 23 Agustus lalu," ujar Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin saat dihubungi di Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Djohar menjelaskan, dalam surat tersebut, AFC ingin tahu klub mana saja yang melarang para pemainnya membela timnas Indonesia. Djohar mengatakan, PSSI juga telah melaporkan beberapa klub itu dalam surat balasannya.

"Jadi kita sampaikan bahwa memang itu (pelarangan pemain bela timnas) benar. Ketika ada pemain yang dipanggil tidak diizinkan oleh klub, bahkan ada pemain yang mendapatkan hukuman ketika membela timnas. Kita sampaikan apa adanya, tidak kita tambah-tambahkan," jelas Djohar tanpa mengungkapkan klub-klub mana saja yang melarang pemainnya bergabung ke timnas.

Masalah ini kembali mencuat ketika beberapa penggawa langganan timnas yang bermain di ISL, seperti Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman, Firman Utina, berniat kembali mengikuti training camp untuk turnamen Piala AFF November mendatang. Namun, mereka harus meninggalkan TC tersebut karena dilarang klubnya.

Selain tiga pemain itu, mantan pemain Semen Padang, Abdulrahman, pun terpaksa hengkang dari TC timnas di Jakarta karena bergabung dengan Sriwijaya FC. Kampiun ISL 2012 itu ditengarai melarang Abdulrahman membela skuad "Merah Putih". Padahal, PSSI, KPSI bersama AFC sebelumnya, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang berisikan lima poin penting untuk menyelesaikan kisruh sepak bola Indonesia. Namun, hingga kini poin-poin itu seakan tidak dijalankan dengan baik oleh beberapa pihak sehingga memunculkan ketidakjelasan dari nota kesepakatan damai itu.


Read More …

Kirim Surat ke AFC, KPSI Beberkan Kesalahan PSSI


Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia menyatakan telah mengirimkan surat penjelasan kepada Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC terkait imbauan kepada klub-klub Indonesia Super League yang melarang pemainnya membela tim nasional Indonesia.

Sebelumnya, melalui surat tertanggal 23 Agustus 2012 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal AFC Dato Alex Soosay, AFC mengaku mendapat kabar sejumlah klub menghalangi pemainnya membela timnas Indonesia. AFC menilai langkah itu merupakan pelanggaran kesepakatan damai antara PSSI dan KPSI yang dibentuk pada Juni lalu.

"Ya, kita sudah kirimkan surat tanggapan kita ke AFC mengenai masalah itu," ujar salah satu anggota Joint Committee (JC) dari pihak KPSI saat dikonfirmasi Kompas.com di Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Dalam surat balasan tertanggal 27 Agustus yang ditandatangani Ketua Umum KPSI La Nyalla Mataliti itu, KPSI menyatakan bahwa salah satu alasan penarikan pemain dari timnas karena beberapa laga yang dilakukan PSSI bukan merupakan agenda resmi FIFA, antara lain ketika melawan Valencia pada 4 Agustus 2012. KPSI menilai tanggal tersebut tidak termasuk ke dalam kalender pertandingan internasional FIFA. Oleh karena itu, sejumlah klub ISL tidak memiliki kewajiban untuk melepas pemainnya seperti tertuang pada peraturan FIFA tentang status and transfer of players aneks 1, artikel 1, ayat 3.

"KPSI dan ISL menyadari betul adanya peraturan FIFA terutama status and transfer of players yang melarang perjanjian antara klub dengan pemainnya untuk dapat memperkuat timnas pemain terkait," demikian bunyi salah satu paragraf dalam pernyataan surat balasan tersebut.

Dalam surat itu juga, KPSI menilai kepemimpinan PSSI tidak mengatur timnas secara efisien dengan kurangnya rencana jangka panjang dan dukungan yang membuat prestasi timnas menurun. Mereka pun mencontohkan hal itu dengan kekalahan 0-10 dari Bahrain, pemecatan Alfried Rield sebagai pelatih timnas, batalnya turnamen Java Cup, dan keikutsertaan Indonesia dalam turnamen Al-Nakbah di Palestina yang bukan merupakan agenda resmi FIFA.

KPSI beranggapan bahwa Joint Committe (JC) hingga saat ini juga belum membahas penyatuan dualisme kompetisi sepak bola Indonesia dalam rapatnya. KPSI menilai hal itu telah mencoreng semangat kesepakatan damai antara PSSI dan KPSI. Menurut KPSI, beberapa alasan itu merupakan faktor mengapa pemain ISL tidak dilepaskan oleh klubnya untuk memperkuat timnas. KPSI bahkan tetap bersikukuh untuk membentuk timnas sendiri untuk mengikuti Piala AFF pada November mendatang, yang rencananya akan dikepalai oleh pelatih Alfred Rield.

Read More …

Selasa, 07 Agustus 2012

Kiprah Atlet Indonesia di Olimpiade 2012



Posisi finis ke-84 yang diraih Triyaningsih jadi akhir keikutsertaan Indonesia di Olimpiade 2012. Berbeda dengan lima episode sebelumnya, kali ini lagu Indonesia Raya tidak berkumandang di event olahraga terbesar itu.

Berlaga di nomor marathon putri, Triyaningsih tak mampu berbuat banyak di antara pelari jauh yang datang dari seluruh dunia. Catatan waktunya yang dua jam, 41,15 detik menempatkan dia di posisi 84.

Menjadi atlet yang terakhir bertanding, Triyaningsih pun menutup seluruh perjalanan Indonesia di Olimpiade London 2012.

Hasil yang didapat kontingen 'Merah-Putih' jauh dari memuaskan, pencinta olahraga tanah air dibuat kecewa karena yang bisa dibawa pulang hanya satu perak dan sebiji perunggu. Tak ada medali emas, tak terdengar lagu Indonesia Raya berkumandang -- sebagai sebuah seremoni perayaan buat siapapun atlet Indonesia yang menjadi juara.

Dua medali yang akhirnya masuk dalam kantung kontingen Indonesia datang dari angkat besi. Eko Yuli Irawan lebih dulu memberi senyum buat rakyat Indonesia saat dia duduk di posisi tiga nomor 62 kg, dan sehari kemudian Triyatno berhasil memenangi persaingan ketat untuk bisa merebut perak di kelas 69 kg.

Tanpa medali emas adalah raihan terburuk Indonesia di Olimpiade dalam 20 tahun terakhir. Tepat 20 tahun lalu, di Barcelona 1992, Susi Susanti dan Alan Budikusuma untuk kali pertama membuat bendera merah putih berkibar di ajang Olimpiade dan lagu Indonesia Raya terdengar setelah memenangi nomor tunggal putra dan putri. Dari situ, sebuah tradisi emas Olimpiade mulai terbangun.

Masing-masing melalui Rexy Mainaky/Ricky Subagja (1996), Tony Gunawan/Candra Wijaya (2000), Taufik Hidayat (2004) dan Hendra Setiawan/Markis Kido (2008), Indonesia selalu bisa meraih emas. Semua berakhir tahun ini, di Olimpiade 2012, di mana bahkan tak satupun pebulutangkis Indonesia menembus babak final.

Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyanan Natsir yang jadi andalan utama meraih emas terhenti di semifinal. Duo Mohammad Ahsan/Bona Septano gugur di perempatfinal, sementara Taufik Hidayat dan Simon Santoso yang berjuang di nomor tunggal sudah out sejak babak 16 besar.

Serangkaian kegagalan tersebut kemudian diperburuk dengan sebuah kejadian yang berbuntut didiskualifikasinya pasangan ganda putri Indonesia. Saat cabang bulutangkis Olimpiade akhirnya tuntas digelar pada Minggu (5/8/2012) kemarin, Indonesia tidak dapat satupun medali, kalah oleh India dan Malaysia, terlebih China yang menyapu bersih emas.

Dengan cabang olahraga lain belum bisa diandalkan mengantar atletnya jadi juara, ketidakmampuan bulutangkis meraih emas membuat Indonesia harus puasa medali emas di tahun 2012 ini. Semoga puasa yang tak berlangsung lama....

Kiprah Atlet Indonesia di Olimpiade 2012

PANAHAN
Ika Yuliana Rochmawati --- Babak perempatfinal individual putri

ANGGAR
Diah Permatasari --- Babak 32 besar nomor Sabre putri

ANGKAT BESI
Jadi Setiadi --- Peringkat lima angkat besi kelas 56 kg putra
Eko Yuli Irawan --- Perunggu angkat besi kelas 62 kg putra
Triyatno ---- Perak angkat besi 69 kg putra
Muhammad Hasbi --- Peringkat 7 angkat besi kelas 62 kg
Deni --- Peringkat 12 kelas 69 kg putra
Citra Febrianti --- Peringkat empat kelas 53 kg putri

RENANG
I Gede Sudartawa --- Peringkat tujuh babak kualifikasi gaya punggung 100 meter putra

ATLETIK
Fernando Lumain --- Peringkat 8 babak 1, nomor 100 meter putra

MENEMBAK
Diaz Kusumawardani --- Peringkat 55 nomor 10 meter air rifle putri

JUDO
Putu Wiradamungga --- Babak 32 besar kelas di bawah 81 kg putra

BULUTANGKIS
Taufik Hidayat ---- Babak 16 besar tunggal putra
Simon Santoso ---- Babak 16 besar tunggal putra
Tontowi Ahmad/Liliyanan Natsir ---- Peringkat empat ganda campuran
Mohammad Ahsan/Bona Septano --- Perempatfinal ganda putra
Adriyanti Firdasari --- Babak 16 besar tungga putri
Meiliana Jauhari/Greysia Polii --- Diskualifikasi

Read More …

Triyatno & Eko Yuli Dapat Bonus dari PT KAI



PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) memberikan bonus kepada dua atlet peraih medali Olimpiade 2012, Triyatno dan Eko Yuli Irawan.

Angkat besi menjadi satu-satunya cabang yang menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia di Olimpiade 2012. Eko Yuli Irawan meraih medali perunggu, sementara Triyatno menyabet medali perak.

Atas pretasi yang diraih oleh dua atlet dari cabang angkat besi tersebut, PT. KAI selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi bapak angkat dari Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) pun menggelontorkan bonus total Rp 1,5 miliar. 

Triyatno si peraih medali perak mendapatkan hadiah Rp 500 juta dan Eko Yuli Irawan peraih medali perunggu diganjar Rp 250 juta. Pelatih kedua atlet itu kebagian Rp 250 juta sementara PB PABBSI mendapat Rp 500 juta. Penyerahan bonus itu dilakukan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan. 

"Ini merupakan suatu kebanggan sebagai obat untuk indonesia atas prestasinya. Saya ucapkan selamat," ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan di Stasiun Kereta Api Gambir, Jakarta Selasa (7/8/2012).

Sementara itu, ketua PB PABBSI Adang Darajatun mengaku sangat bahagia atas penghargaan itu. Bonus tersebut nantinya akan digunakan untuk membiayai pembinaan atlet-atlet angkat besi.

"Menurut saya ini di luar dugaan. Hadiah yang sangat besar sekali. Saya terharu. Selama ini kami hanya dilihat sebelah mata saja. Uang tersebut akan saya pergunakan untuk pembinaan. Akan saya beri kepada klub-klub yang menata atlet-atlet ini," tukas Adang.

Read More …

Jumat, 03 Agustus 2012

Susi Susanti: Jangan Biarkan PBSI Kerja Sendiri




Susi Susanti meminta upaya semua pihak berpartisipasi dalam upaya membangkitkan kembali prestasi bulutangkis Indonesia. Pekerjaan itu disebutnya tak bisa hanya diserahkan pada PBSI.

Regenerasi pemain disebut Susi Susanti sebagai hal yang mendesak untuk dilakukan. Kegagalan Indonesia di Piala Thomas-Uber dan berlanjut dengan terhentinya tradisi emas Olimpiade menunjukkan hal pentingnya untuk segera melakukan peremajaan.

Dibanding beberapa negara lain, terlebih China, regenerasi bulutangkis di Indonesia terbilang sangat lambat, kalau tak mau dibilang mandek. Tak ada pemain muda muncul, sementara pengisi skuat di berbagai turnamen adalah nama-nama lama.

"Regenerasi harus lebih baik lagi. Jangan sampai regenerasi terputus. Masalah ini jangan diserahkan ke PBSI sendiri, tapi juga pemerintah, swasta. Bulutangkis k
an milik bangsa, milik rakyat. Ini adalah kebanggaan kita," 

Namun begitu Susi Susanti mengingatkan agar pembinaan pemain tidak hanya diserahkan pada PBSI. Dengan butuh dana besar untuk membibit pemain, seluruh pihak disebutnya harus berperan serta.

"Inilah yang kita punya saat ini. Kita nggak boleh berhenti di sini. Di mana kekurangannya, harus kita cari. Kita harus bergandengan tangan, saling mendukung. Jauhkan pemikiran negatif. Harus saling memberi masukan. Jangan saling menjatuhkan," lanjut dia.

Peraih medali emas pertama untuk Indonesia itu juga berharap kritik yang datang buat pebulutangkis Indonesia adalah kritik yang membangun. Selain itu, untuk kembali menjadi salah satu kekuatan dunia, disebutnya tak bisa didapat dalam waktu singkat.

"Ini pasti butuh proses, butuh investasi. Ayo kritik, tapi kritik membangun. Ini memang butuh dukungan dan investasi besar," lugasnya.

Read More …

Menko Kesra Sayangkan Skandal, Prihatin Bulutangkis Gagal Emas




Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono merasa prihatian dan menyayangkan skandal bulutangkis di Olimpiade 2012, yang juga melibatkan satu pasangan ganda putri Indonesia.

Meilina Jauhari/Greysia Polli beserta dua pasangan Korea Selatan dan satu ganda China didiskualifikasi dari ajang tersebut karena "mencoba kalah" dalam pertandingan mereka di babak grup hari Rabu lalu.

"Saya prihatin dan saya sayangkan hal itu terjadi," kata Agung di gedung Kemenkokesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2012) siang.

Menurut Agung, saat ini pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga sedang melakukan investigasi untuk mengetahui apakah tim Indonesia memang melakukan kesalaham serta siapa yang harus bertanggung jawab..

"Kita tunggu saja laporan Menpora," ujar menteri yang juga wakil ketua umum Partai Golkar tersebut.

Sejak kemarin detiksport sudah mencoba menghubungi Menpora Andi Mallarangeng, tapi pesan melalui BlackBerry Messenger belum direspons.

Selain skanda tersebut, Agung juga prihatin karena tim bulutangkis Indonesia dipastikan gagal mempertahankan tradisi meraih medali emas di Olimpiade. Kans emas terbang setelah ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir kemarin kalah dari pasangan China di semifinal.

Read More …

Popular Posts

iklan bar bawah

 

Follow This Blog

Gimana Pendapat kamu tentang KTP digital?

Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by Mas-Kas | Published by Templates Blog Gratis
Proudly powered by Blogger.com